Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

Pandangan Salah Satu (mantan) Imam Masjid Afrika Selatan Tentang Homoseksual


MENJADI GAY BUKANLAH DOSA!

Pria Afrika Selatan, Muhsin Hendricks (43) adalah seorang imam dan homoseksual. Yayasannya The Inner Circle membantu orang-orang muslim yang bergulat dengan seksualitas mereka.
Pesannya: 'Muslim dan homo boleh!'. Tidak semua orang setuju dan oleh karena itu pula Hendrick resminya sudah bukan imam lagi.
Imam Muhsin Hendricks tampak letih. Ia berada di Belanda atas undangan organisasi homoseksual Belanda COC di Amsterdam. Agendanya padat karena keingintahuan banyak orang sangatlah besar terhadap pemikiran 'imam merah muda' ini, demikian julukannya.

Keletihan hilang
Namun ketika ia bicara tentang iman serta orientasi seksualnya, maka tanda-tanda keletihan itu sudah tidak tampak sama sekali.
'Menjadi muslim dan menjadi homo, keduanya identitas yang kuat. Keduanya menjadi bagian dari siapa saya. Saya berhasil mendamaikan keduanya'.
Bagi Muhsin Hendricks, itu tidaklah mudah. Ia berasal dari keluarga muslim ortodoks di Afrika Selatan. Kakeknya adalah imam di mesjid agung di Capetown. Sejak kecil Muhsin menyadari dirinya berbeda. Pada usia muda, ia lebih suka bermain dengan boneka, bukan mobil. Ia juga dipandang sebagai keperempuan-perempuanan sehingga sering diolok-olok. Ia baru tahu kalau homoseksualitas itu ada jauh sesudah itu.
Hendricks mencari kedamaian pada imannya, yang menurut banyak orang muslim tidak memiliki ruang bagi perasaan homoseksual, mencintai orang sejenis, baik antara laki-laki atau perempuan, dilarang. Itu merupakan salah satu dosa paling besar, yang hukumannya di sejumlah negara islam adalah: kematian.