Minggu, 07 November 2010

My Muslim

Assalamualaikum,
Bismillah, Gay Islam Indonesia didedikasikan untuk minoritas gay muslim di Indonesia, dedikasi ini berupa: Hak bersuara, hak memilih, hak diperlakukan sebagai manusia Indonesia, semoga ini bermanfaat bagi gerakan pembaharuan Islam Indonesia.
Gay Islam Indonesia (selanjutnya disingkat GII), adalah halaman yang ditujukan untuk memaknai keberadaan gay dalam lingkungan muslim Indonesia.
GII tidak ditujukan untuk menunjukkan kelemahan atau kekurangan dari pembacaan mayoritas muslim Indonesia atas keberadaan Homoseksual di dunia Islam khususnya di Indonesia. GII hanya sebua halaman FB yang ditujukan untuk berbagi pengalaman spiritual antar manusia, terutama sesama gay muslim dan lebih umum kepada masyarakat Indonesia.
Terlepas dari belenggu pembacaan keagamaan mayoritas masyarakat muslim Indonesia tentang Homoseksualitas, GII berupaya untuk melihatnya sebagai bagian dialog ranah terbuka, namun di sini, di GII ini, semua individu muslim yang menolak perilaku gay atau yang ragu dan yang menerima, disediakan ruang yang cukup luas untuk berdialog secara jujur dan waras serta terbuka (insyaallah).
Blog ini lebih khusus menyediakan wawasan serta informasi berita tentang homoseksualitas di Indonesia, berdasar perkembangan masyarakat Indonesia sendiri
Mohon tidak menggunakan bentuk makian atau hujatan kepada siapapun di blog ini, karena agama Islam, merupakan pemegang kuat keyakinan rakhmatan lil 'alamin serta menjunjung tauhid sebagai acuan dialog antar keyakinan dan kepercayaan.
Wassalamualaikum.

3 komentar:

Binan [dot] Us mengatakan...

Assalamu'alaikum,

Dears, we invite you to join http://www.binan.us/ akan sangat menyenangkan sekali kalo GII bisa ikut berkontribusi untuk menerbitkan artikel-artikelnya untuk mengedukasi Gay Indonesia

Thanks,
Binan [dot] Us

Titus mengatakan...

Bolehkah saya memberi pemahaman dgn sudut pandang berbeda?
Luth, sgt memahami kaumnya karena bertahun2 beliau hidup bersama mereka. Apa yang diucapkannya dengan menawarkan anak perempuannya, bukan karena ignorance atau mengorbankan anaknya, tetapi beliau menjalankan perannya sebagai pembawa peringatan akan kebenaran, bahwa perbuatan zina sesama jenis adalah bathil. Di sisi lain, Luth yakin sekali bahwa tawaran ini takkan digubris karena Luth paham mereka tidak menyukai perempuan. Sebuah tawaran yang tak perlu jawaban sebenarnya. Kesimpulan : Luth mengucapkan ini dalam upaya menyampaikan peringatan : Hubungan sex sesama jenis itu dosa, hubungan sex yang halal adalah antara pria dan wanita (dalam ikatan perkawinan)

Kemudian, Apakah Quran melaknat kaum Gay? Tidak ada ayat Quran melaknat kaum gay. Derajad manusia di mata Tuhan adalah sama, yang membedakan adalah takwanya. Menjadi gay bukan laknat Allah, perbuatan zinanya lah yg dilaknat.Jadi, Allah melaknat kaum Luth karena berbuat kerusakan teramat sangat dengan perbuatan zinanya, bahkan secara terbuka, tidak punya malu. Mungkin saja gay sex menjadi praktek umum saat itu. Menjadi gay adalah takdir Allah. Gay justru umat pilihan bila mereka memahami apa tujuan hidup manusia sesungguhnya, yaitu beribadah kepada Allah semata. Mengapa kaum pilihan? Karena cobaan sejak lahir hingga akhir hayat itu sungguh cobaan yang besar bagi yang mau menghindari perbuatan zina sesama jenis. Seandainya, kita yang straight/normal, dilarang Allah melakukan perbuatan sex dgn wanita? Tidakkah sangat berat menahan nafsu : SEPANJANG HAYAT?? Itulah mengapa saya sebut Gay adalah kaum pilihan, Tuhan mempersiapkan rencana yang sangat mulia bila gay mampu menghindari perbuatan fasik tersebut. A Gay is born to be a devotee to GOD! Itu yang mendekati kebenaran. Apakah bisa? Tentu Bisa! karena Allah menjanjikan tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu dijalani manusia. Dan sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sehari atau setengah hari saja. Akhirat lah yang kekal. Jgnlah memperturutkan hawa nafsu dunia, insya Allah surga tingkat tinggi telah dipersiapkan bagi kaum Gay yang bertakwa. Menahan nafsu sex sejatinya sama saja dengan menahan amarah. Hak manusia melakukan hubungan sex untuk kaum gay, tidak ubahnya manusia yang punya hak melihat tapi buta, manusia yang punya hak mendengar tapi dihapus pendengarannya karena tuli?

Kemudian, bagaimana seharusnya sikap terhadap kaum gay?

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum (*), mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [QS Al-Maidah : 8]

Perhatikan : Tuhan tahu kebencian terhadap manusia atas kaum manusia lainnya itu akan selalu terjadi, misal thd kaum negro (apartheid), terhadap gay dalam bahasan ini. Jadi manusia harus bersikap adil!

Kaum gay, bersabarlah. Hidup di dunia hanya sementara. Ingatlah bahwa kalian tak ubahnya manusia tuli, atau buta sebagai kehendak dan cobannyaNya. Allah menyiapkan rencana yang sangat baik bagi kalian. Semoga bermanfaat.

Salam

Anonim mengatakan...

saya muslim dan saya straight. Tapi menurut saya tidak ada masalahnya menjadi gay. Saya tidak tahu apakah banyak kaum muslim yang gay di Indonesia, tapi saya yakin ada. Saya tidak tahu apakah menjadi gay itu dilarang didalam Islam, atau haram, atau apalah. Saya sedang mencari tahu. Dan menurut saya, orang yang straight atau normal, tidak boleh menghina kaum gay. Mereka tidak bersalah ! Itu takdir mereka. Dan coba pikir, kalau misalnya kita gay. Dan kita dihina-hina. Kita dibenci, tidak ada yang mau berteman dengan kita. Bagaimana rasanya? Sakit, bukan? Kaum gay tidak bersalah. Bagi para homophobes, atau kalian yang membenci gay, kalian tidak mempunyai hak untuk menghina kaum gay. Jujur, saya sakit hati ketika melihat komentar di ShoutMix Chat. Walaupun saya straight, saya masih punya hati. Dan bagi kaum gay di Indonesia, terutama yang muslim, stay strong ! Jangan dengarkan komentar dari para homophobes. They just know your sexual orientation, not your story behind it, or what you've been through. :)